Selamat Datang..Welcome..Benvenuto..Accueil..Willkommen di blog saya..........have a nice day
Thank you for visited...budayakan kebiasaan untuk meninggalkan jejak anda(jangan lupa komentar)


Marhaban Ya Ramadhan

Senin, 05 September 2011

Model Prediksi Kebangkrutan

Sistem Peringatan Dini Delisted sebuah perusahaan

    Bangkrut, sebuah kata yang mungkin menjadi momok bagi setiap orang yang bergelut di dunia usaha(bisnis). Bangkrut juga kerap diistilahkan dengan "gulung tikar", entah darimana korelasinya *yang gulung tikar biasanya penjual obat =,='
    Bangkrut atau Bahasa daerahnya Bankrupt erat kaitannya dengan Going Concern sebuah perusahaan *bahasa daerah lagi -,-]. Asumsi going concern (kelangsungan hidup) digunakan suatu entitas bisnis dalam menjalankan usahanya. Dengan adanya going concern, suatu entitas dianggap mampu mempertahankan usahanya dalam jangka panjang dan tidak akan dilikuidasi dalam jangka pendek.
    Indikasi awal perusahaan yang bangkrut adalah dilakukannya penghapusan pencatatan saham (delisting) dari Bursa *dengan kata lain perusahaan sedang sekarat atau semaput dikit lagi lewat O_O] OMG.-->Oh My God Oh Noooooo
    Penelitian tentang kebangkrutan suatu perusahaan telah banyak dilakukan salah satunya oleh Ohlson(1980).Berdasarkan kajian – kajian yang telah dilakukan, dikenal tiga model prediksi kebangkrutan, yaitu Zmijewski model, Springate model dan Altman model.

The Zmijewski Model 
          Zmijewski (1984) menggunakan analisis rasio yang mengukur kinerja, leverage, dan likuiditas suatu perusahaan untuk model prediksinya. Zmijewski menggunakan probit analisis yang diterapkan pada 40 perusahaan yang telah bangkrut dan 800 perusahaan yang masih bertahan saat itu. Model yang berhasil dikembangkan yaitu:

X= –4.3 – 4.5X1 + 5.7 X2– 0.004X3

Notasi:
X1 = ROA (return on asset)
X2 = Leverage (debt ratio)
X3 = Likuiditas (current ratio)

The Altman Model dan Revised Altman Model
         Altman (1968) menggunakan metode Multiple Discriminant Analysis dengan lima jenis rasio keuangan yaitu working capital to total asset, retained earning to total asset, earning before interest and taxes to total asset, market value of equity to book value of total debts, dan sales to total asset. Penelitian ini menggunakan sampel 66 perusahaan yang terbagi dua masing-masing 33 perusahaan bangkrut dan 33 perusahaan yang tidak bangkrut. Hasil studi Altman ternyata mampu memperoleh tingkat ketepatan prediksi sebesar 95% untuk data satu tahun sebelum kebangkrutan. Untuk data dua tahun sebelum kebangkrutan 72%. Selain itu, ditketahui juga bahwa perusahaan dengan profitabilitas yang rendah sangat berpotensi mengalami kebangkrutan. Sampai saat ini, Z-Score masih lebih banyak digunakan oleh para peneliti, praktisi, serta para akademis di bidang akuntansi dibandingkan model prediksi lainnya. Hasil penelitian yang dikembangkan Altman, yaitu:

Z = 1.2Z1 + 1.4Z2 + 3.3Z3 + 0.6Z4 + 0.999Z5

Notasi:
Z1 = working capital / total asset
Z2 = retained earnings / total asset
Z3 = earnings before interest and taxes / total asse Z4 = market capitalization / book value of debt
Z5 = sales / total asset
          Model yang dikembangkan oleh Altman ini mengalami suatu revisi. Revisi yang dilakukan oleh Altman merupakan penyesuaian yang dilakukan agar model prediksi kebangkrutan ini tidak hanya untuk perusahaan manufaktur yang go publik melainkan juga dapat diaplikasikan untuk perusahaan-perusahaan di sektor swasta. Model yang lama mengalami perubahan pada salah satu variabel yang digunakan.


Z' = 0.717Z1 + 0.874Z2 + 3.107Z3 + 0.420Z4 + 0.988Z5


Notasi:
Z1 = working capital / total asset
Z2 = retained earnings / total assets
Z3 = earnings before interest and taxes / total asset Z4 = book value of equity / book value of debt Z5 = sales / total asset.

The Springate Model 
         Model ini dikembangkan oleh Springate (1978) dengan menggunakan analisis multidiskriminan, dengan menggunakan 40 perusahaan sebagai sampelnya. Model ini dapat digunakan untuk memprediksi kebangkrutan dengan tingkat keakuratan 92,5%. Model yang berhasil dikembangkan oleh Springate adalah:


S = 1.03A + 3.07B + 0.66C + 0.4D


Notasi:
A = working capital / total asset
B = net profit before interest and taxes / total asset
C = net profit before taxes / current liabilities
D = sales / total asset


    Model prediksi kebangkrutan ini dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini bagi perusahaan, agar perusahan terhindar dari delisting yang berujung pada kebangkrutan atau colaps *bahas daerah lagi *_*].  Judul diatas pernah saya ajukan sebagai judul Tugas Akhir, tapi tidak lulus verifikasi. Semoga postingan ini bermanfaat..cukup sekian dan terima kasih. Boleh dicopy dishare apalagi, komentar anda tentunya sangat berharga bagi kelanjutan hidup blog ini *lebay#nyablak XD


sumber : Mbah Gugel


10 komentar:

  1. akan ada lagi yg seperti ini bangbro, :D

    BalasHapus
  2. eyang banner?? mbahnya banner :D

    BalasHapus
  3. infonya mantab luarbiasa sobat, jadi bisa lebih hati-hati mengelola cashflow keuangan, bukan cuma untuk perusahaan, tapi juga untuk keuangan pribadi atau keuangan keluarga..agar tidak lebih besar pasak daripada tiang :) terimakasih sobat sudah berbagi info

    BalasHapus
  4. iya masbro...sama2, terima kasih sudah mampir :D

    BalasHapus
  5. pakah metode zmijewski dan metode ohlson harus menggunakan banyak sampel (kurang lbh 30 prsahaan)..apabila sampel nya menggunakan 6 perusahaan bs ap tdk?
    makasi ibu,,dtunggu jwabannya..

    BalasHapus
  6. boleh saja memakai sampel kurang dari 30 perusahaan, rata2 biasanya org menggunakan sampel untuk perbandingan sebanyak lima perusahaan :D...saya mas bukan ibu :D

    BalasHapus
  7. metode mana yang paling baik untuk memprediksikan kebangkrutan?
    makasih..ditunggu jawabannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut sebuah jurnal yg prnah sy baca, metode Altman adalah prediktor terbaik untuk menentukan delisting sebuah perusahaan kemudian springate yang memilki performance lebih baik dari Zmijewski :)

      Hapus